Kamis, 09 Februari 2023

Pantun, Karya Sastra Lama Yang Mendunia

  Resume Pertemuan ke-13


Tema    : Kaidah Pantun

Hari.     : Senin, 06 Februari 2023

Narasumber. : Miftqhul Hadi, SPd

Moderator.     : Dail Maruf, MPd


Narasumber membuka acara denga sebuah pantun menarik....


Molo mandurung ho dupaby

Tampu si mardulang-dulang

Molo malungun nodiahu

Tatao siru mondang bulan.



Pantun identik dengan suku bangsa Melayu atau Betawi. Di Tapanilu pantun dikenal dengan istilah endes. Di Sunda pantun dikenal dengan istilah paparikan. Di Jawa pantun parikan. Pantun diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada sesi ke-15 intergovermental commitee for the safeguarding of the intangible cultural heritage di kantor pusat Unesci di Paris Perancis (17/2/2020)


Pada hakikatnta sebagian besar kesusasteraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasae pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "Randai" dari Minangkabau wilayah Sumatera Barat yang mencampur antara seni musik, seni tari, seni drama dan seni beladiri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler. 

Pantun menurut Renward Branstetter dalam Suseno (2006) berasal dari kata "Pan" menunjukkan sopan dan kata "Tun" yang merujuk pada sifat santun. Kata "Tun" yanh merujuk pada sifat santun dan kata "Tun" dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019) atau bisa bermakna baris atau deret.


Tuntun (pampangan) yang berarti teratur atau tontonan (tagalog) yang diartika  mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur. Sedangkan tuntun dalam bahasa jawa akuni berati benang, atuntun yang artinya teratur, matuntun yang berarti pemimpin. Pantun dalam bahasa toba artinya kesopanan atau kehormatan ( Hussain : 2019). Pantun adalah puisi lama. Ciri-ciri pantun antara lain :

1. Satu bait terdiri atas 4 baris

2. Satu baris terdiri atas 4-5 kata

3. Satu baris terdiri atas 8-12 suku kata

4. Bersajak a-b-a-b

5. Baris pertama dan kedua disebut sampiran/pembayang

6. Baris ketiga dan keempat disebut isi/maksud.


Banyak manfaat pantun dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Melatih seseorang untuk berpikir sebelum berbicara

2. Komunikasi sehari-hari.

3. Sebagai sambutan pembuka atau penutup suatu acara.

4. Menyatakan perasaan.

5. Lirik lagu

6. Perkenalan

7.BerceramaĆ h

Fungsi pantun antara lain :

1. Sebagai alat pemelihara bahasa pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan kemampuan menjaga alur berpikir.

2. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar.

3. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat.

4. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalama berpikir  dan bermain kata-kata.

5. Peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Sebelum saya akhiri resume ini, saya akan menulis sebuah pantun...


Bercermin diri dalam telaga

Hati miris banyak buaya

Wahai teman para pujangga

Ajari aku menulis dan berkarya.

Rabu, 08 Februari 2023

Apa Itu Proofreading?

 Pertemuan ke-12

 Tema   : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber  : Susanto, SPd

Moderator. : Helwiyah, SPd, MM

Hari.  : Jumat, 3 Februari 2023


Sebelum melakukan proofreading sebaiknya kita melakukan swasunting terhadap tulisan kita sendiri. Berikut adalah tips swasunting  terhadap tulisan kita sendiri :

1. Endapkan tulisan anda selama beberapa waktu.

2. Meminta teman membaca tulisan kita.

3. Meminta seorang proofreader

4. Menggunakan aplikasi atau editing tools.


Proofreading adalah tahap terakhir dari proses editorial dan tujuannya adalah menemukan kesalahan yang terlewatkan oleh penulis, editor dan perancang buku atau formater. 

Berikut adalah tips melakukan proofreading :

1. Perhatikan secara detail. Memperhatikan dengan detail setiap huruf, setiap tanda baca dan setiap spasi.

2. Membaca dengan lantang. Mendengar kata-kata yang salah akan membantu kita mendengar kesalahan yang tidak dilihat oleh mata kita.

3. Membaca secara berlahan. Tulisan nonfiksi yang padat dan bersifat teknis akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengoreksi daripada yang lain.

4. Beristirahat dan berbaik hati pada diri sendiri. Proofreading membutuhkan fokus yang intens dan sulit untuk mempertahankan fokus dalam jangka waktu lama.


Alat untuk melakukan proofreding adalah KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2032 diganti dengan EYD. Ketetapan merujuk pada keputusan kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek No. 0424/I/BS 0001/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.

Jumat, 03 Februari 2023

Menulis Semudah Berkedip. Ini Triknya!

 Pertemuan ke-9


Narasumber.    : Prof.Dr.Ngainun Naim

Moderator.       : Lely Suryani, SPd.Sd

Tema                 : Menulis Itu Mudah


" Orang yang beralasan tidak ada waktunluang untuk menulis, bisa dipastikan ketika ada waktu luangpun dia tidak akan menulis"

( Ngainun Naim, KBMN-28, 27 Januari 2023)


Narasumber kali ini adalah seorang kyai sekaligus profesor. Beliau telah melahirkan lebih dari 27 buku. Beliau mengajarkan agar bisa menulis yaitu dengan menulis. Kunci agar bisa menulis antara lain :

1. Menulislah hal-hal sederhana yang kita alami. Mulailah menulis yang sederhana. Seperti tulisan beliau yang berjudul "Suatu Sore di Bulan Ramadhan." Pengalaman sehari-hari adalah sumber tulisan yang tiada habisnya.

2. Jangan menulis sambil dibaca lalu diedit. Teruslah menulis meskipun banyak salah ketik, setelah selesai menuliskan semua yang ada di otak dalam bentuk tulisan barulah dibaca ulang sambil diedit. Karena jika menulis sambil dibaca lalu diedit akan menjadi hambatan psikologi dalam menuangkan ide.

3. Menulis tentang perjalanan. Misalkan menceritakan tentang perjalanan kesuatu tempat.

Beliau setiap hari menulis beberapa jenis tulisan. Untuk blog atau kompasiana beliau menargetkan  3-5 paragraf. Untuk artikel jurnal mentargetkan 1 paragraf. 


Kesulitan menulis biasanya terjadi karena persoalan psikologis. Takut tulisannya jelek, takut salah dll. Perasaan semacam itu harus dilawan dengan cara melalukannya.

Kamis, 02 Februari 2023

Sudahkah Mencoba Menulis Cerita Fiksi? Berikut Kiat-Kiatnya

 Pertemuan ke-10

Narasumber.  : Sudomo,Spt

Moderator.     : Bambang Purwanto, SPd

Hari.  : Senin, 30 Januari 2023

Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi


Pertemuan ke-10


Bapak Sudomo merupakan guru IPA di SMP N 3 Lingsar. Beliau pernah menjadi pemenang lomba menulis bahan bacaan literasi pada tahun 3016 dan 2019 tingkat provinsi NTB, juara lomba menulis blog  versi indihome pada tahun 2021, juara favorit menulis di satuguru.id, pemenang vidio inovatif implementasi kurikulum merdeka tingkat provinsi NTB tahun 2022. Beliau juga telah melahirkan buku mayor pada tahun 2017 bersama penulis fiksi Iit Sibarani yang berjudul "Di penghujung Pelukan" yang diterbitkan oleh media. Pada tahun 2018 buku solo pertama diterbitkan melalui penerbit anak perusahaan Gramedia yaitu Funtatic M & C yang berjudul pahlawan anti korupsi : sudah adil kak?. Novel anak juga lahir dari tangan beliau pada awal tahun 2023 yang diterbitkan secara digital oleh penerbit Andi Yogyakarta. 


Pertemuan kali ini bapak Sudomo mengulas tentang kiat menulis cerita fiksi.

Saya sendiri agak sukar berimajinasi kemudian menulis suatu kisah fiksi. Diperlukan waktu cukup lama untuk menghasilkan sebuah karya.

Menulis cerita fiksi belajar dari pengalaman untuk eksplorasi konsep disertai komitmen (niat kuat untuk menulis), kemampuan riset setting sebuah cerita serta banyak membaca karya fiksi orang lain agar diperoleh gambaran serta gaya bahasa, menambah kosa kata. Selain itu diperlukan juga penguasaan PUEBI dan KBBI, menjaga konsisten untuk terus menulis dan memahami dasar-dasar menulis fiksi.

Cerita fiksi mempunyai bentuk yang bermacam-macam meliputi cerpen, novelet, novela, novel, fiksi mini, flash fiction, pentigraf.

Unsur-unsur pembangun cerita non fiksi antara lain tema, alur/plot, penokohan, latar belakang, sudut pandang, premis (ringkasan cerita dalam satu kalimat). Unsur premis meliputi karakter, tujuan tokoh, rintangan/tantangan dan resolusi.


Rabu, 01 Februari 2023

Pentingkah Majalah Sekolah?

  Pertemuan ke-11


Tema : Mengelola Majalah Sekolah

Hari. : Rabu, 1 Februari 2023

Narasumber. : Widya Setianingsih, SAg

Moderator  : Muthmainah, MPd


Majalah sekolah merupakan wadah literasi karya para siswa dan guru mengenai segala hal yang ada di sekolah. Mereka dapat menyalurkan inspirasi untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Ibu Widya Setyaningsih. S.Ag yang sebagai narasumber merupakan PIMRED majalah Kharisma yang ada di sekolahnya sejak tajun 2010 sampaj sekarang. Selain itu beliau juga sebagai ketua gerakan literasi madrasah dan menjabat sebagai sekretaris dua KOMNASDIK. Beliau telah melahirkan buku solo yang berjudul Laras Makna Dalam Puisi dan telah menulis 30 buku antologi. 


Majalah menurut KBBI adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Ada majalah terbit bulanan, tengah bulanan, mingguan dsb. Sedangkan majalah sekolah dibuat dan diedarkan dikalangan sekolah. Dari sekolah untuk sekolah.

Hal yang perlu dipersiapkan untuk menerbitkan majalah sekolah antara lain : 

1. SDM. Diperlukan SDM yang mampu menyatukan idr dan gagasan. Untuk inu diperlukan papa SDM yang memiliki jiwa literasi tinggi.

2. Sumber dana. Setiap kegiatan pasti memerlukan dana. Dana dapat diperoleh dari iuran orang tua siswa, dana bos sekolah.

3. Dukungan sekolah. Perlu didukung penuh oleh sekolah karena berada di lingkungan sekolah. Mengajukan proposal yang berisi rancangan kegiatan, dana dll.

4. Promosi. Melakukan sosialisasi kepada wali murid tentang rencana pembuatan majalah dan pembayaran serta mencari sponsor.

Banyak manfaat yang didapat dari majalah sekolah, antara lain :

1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan wali murid dan siswa.

2. Media komunikasi sekolah yang berisi berita-berita.

3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya.

4. Sarana publikasi seklah di masyarakat.

5. Menjadi kebanggaan sekolah dan memberikan nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.


Dari ibu Widya Setianingsih banyak didapat pengalaman dan pelajaran berharga tentang mengelola majalah sekolah. Mulai dari merintis majalah di sekolah beliau yang diberi nama Kharisma. Dari SDM yang hanyanm dua orang kemudian fokum dan akhirnya berhibernasi kembali menjadi majalah Kharisma yang baru.

Yuks ...mengembangkan literasi lewat majalaj sekolah....

Senin, 23 Januari 2023

Menulis Sebagai Passion

 Pertemuan ke-2

Narasumber.     : Dra. Sri Sugiastuti, MPd

Moderator.        : Widya Setyaningsih, SAg

Tema : Menumbuhkan Hobi Menulis Menjadi Passion

Hari.                    : Rabu, 11 Januari 2023


Hobi muncul karena kebiasaan. Jika kebiasaan menulis akan memunculkan hobi, sesuatu  kegiatan yang sangat dirindukan. Dari hobi berubah menjadi passion. Menulis dipandang sebagai passion yang menjanjikan karena kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dam kematangan berpikir. 


Ada beberapa kendala dalam menulis, antara lain merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak ada ide, tidak mau dikritik, tidak suka menulis.


Untuk menjadi penulis yang baik perlu membaca banyak buku baik bersifat general maupun spesifik. Karena ide seringkali muncul saat kita mendialektikkan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau kita sendiri. 

Hal yang perlu disiapkan dalam menulis adalah :

1. Menggali dan menemukan gagasan

2. Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca.

3. Menentuka topik

4. Mengumpulkan bahan materi


Setelah naskah tersusun rapi langkah selanjutnya adalah mencetak dalam bentuk buku. Oleh karena itu perlu melewati editing, revisi, publishing.


Editing

- membaca ulang naskah sekiranyabada kesalahan, menyempurnakan draft

Revising 

-mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi dan mengevaluasi naskah

Publishing

-pengiriman naskah, prapercetakan, pencetakan, promosi dan distribusi

Writer's Block


Pertemuan ke-7


Narasumber : Ditta Widya Utami, SPd.Gr

Moderator : Raliyanti,S.Sos, MPd

Tema : Mengatasi Writer's Blok

Hari. : Senin, 23 Januari 2023


Kebiasaan menulis memberikan banyak manfaat, salah satunya sebagai self healing (untuk mengatasi depresi), hobi dll. Namun terkadang seorang penulis mengalami situasi Writer's blok yaitu keadaan dimana penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. WB ini pertama kali diperkenalkan oleh Edmund Bergler pada tahun 1940 seorang psikoanalis di Amerika. 


WB bisa terjadi berulang, ibarat virus yang kapan saja bisa menjangkit penderitanya sehingga menyebabkan penyakit. Ada beberapa hal menyebabkan WB, antara lain :

1. Mencoba metode/topik baru dalam menulis. 

Misalkan seseorang biasa menulis non fiksi kemudian mencoba menulis fiksi misalnya membuat cerpen tentu membutuhkan ide-ide baru agar cerpennya menarik dan enak dibaca.

2. Stres

Stres penyebab WB bisa diakibatkan oleh aktivitas sehari-hari yang padat sehingga menyebabkan lelah, malas dan tidak ada waktu untuk menulis.

3. Lelah fisik/mental 

Kondisi ini pernah menyerang saya, saat aktivitas kerja, akgivitas masyarakat dan waktu yang tidak memungkinkan untuk menulis.

4. Terlalu perfeksionis

Penyebab ini biasanya menjangkit pada penulis pemula. Khawatir tulisannya jelek, tidak ada yang membaca, salah ejaan dll. Untuk penulis pemula sebaiknya free writing (menulis bebas) dimana kita tidak memikirkan salah ejaan, salah kegik, koherensi. 

WB juga bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata. Kondisi ini dapat diatasi dengan banyak membaca sehingga mendapatkan kosakata baru dan menambah wawasan berpikir.